Lima Menit Yang Mengesalkan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Sudah menjadi rutinitasku semenjak naik kelas sembilan, setiap rabu pagi aku belajar mata pelajaran IPS (Ilmu pengetahuan sosial). Mata pelajaran yang diajari oleh seorang guru laki laki yang sudah memiliki dua anak perempuan. Suatu hari di pagi yang cerah guru laki laki tersebut membagikan link meet di grup whattsap. Belajar secara daring masih diterapkan karena kasus COVID yang semakin hari semakin meningkat. Ia menjelaskan materi seperti biasa walau terkadang jaringan tidak mendukung. Namun dipertengahan pembelajaran susasana kelas yang awalnya baik baik saja kini penuh dengan ketegangan dan kekesalan. Seluruh siswa dikelasku merasa kesal, bagaimana tidak tugas yang diberikan terbilang cukup susah dan hanya memberi waktu sedikit saja untuk mengerjakannya.
Ia menyuruh kita mendiskusikan permasalahan yang
terjadi dimasyarakat dalam waktu dua puluh menit ditambah lagi jawabannya harus
berupa power point, Walaupun tugas
tersebut secara kelompok namun kendala teknologi tidak dapat dipingkiri.
Seluruh temanku mengerjakan tugas tersebut dengan penuh ketegangan dan kekesalan.
Grup chat kelompokku sudah seperti burung berciut tanpa jeda, teman kelompokku
memberi arahan setelah berdiskusi mengenaik tugas permasalahan tersebut, Ia
menyuruh dua diantara kami untuk ada yang mencari jawaban dan ada yang
mengerjakan power point dan
pengerjaan power point tersebut jatuh
padaku. Dengan seluruh tenaga aku mengerjakan power point itu dengan buru buru,
takut deadlinenya tidak tepat waktu, karena pada saat itu waktu tersisa dua
menit lagi. Memilih tema power point
dan menyalin jawaban secara manual aku lakukan, hingga tiba waktu deadline
habis aku masih mengerjakan power poin tersebut. Butuh waktu lama untuk
mengerjakan power poin tersebut dan sang guru hanya memberi waktu dua puluh
menit. Gila.
Notifikasi dari grup IPS kembali muncul yang berisi untuk seluruh siswa gabung kembali dalam meet untuk pemaparan, tangan ku sudah berkeringat dingin. Aku mengambil Handphone ku dan masuk dalam meet dengan cepat, ku letakkan handphone ku didekatku dan kualihkan pandangan ku dilaptopku. Aku mengerjakan terus menerus power point tersebut, hingga nama nama kelompok dipanggil satu satu dan hasilnya nihil, belum ada yang selesai mengerjakan power point tersebut. Terdapat jeda dua puluh menit untuk melanjutkan pembelajaran, Ku gunakan waktu itu dengan baik kukerjakan dengan semaksimal mungkin namun hasilnya masih tetap sama, power point itu belum selesai. Kembali lagi sang guru tersebut memanggil nama kelompok satu persatu untuk memaparakan jawabannya namun belum ada yang selesai.
Teman temanku yang tidak mendapat tugas membuat PPT dari kelompoknya sudah memenuhi laman chat grup, mereka melampiaskan kekesalan mereka atas kemepetan waktu yang diberikan, sementara itu aku masih melanjutkan power point tersebut dengan rasa khawatir juga kesal. Sang guru memberi waktu lima menit untuk menyelesaikan PPT tersebut, membuatku dan teman temanku kesal. Hingga aku menyelesaikan PPT tersebut, walaupun tidak tepat waktu tapi aku sudah berusaha untuk menyelesaikannya. Aku mengirim power point tersebut melalui grup whattsap, namun tiba tiba anak panah laptopku tak bisa bergerak membuat keteganagn dan kekhawatiranku kembali menyeruak tak luput dari rasa kesal juga. Sementra sudah dua kelompok yang memaparkan hasil diskusinya membuat nama kelompokku dipanggil, dengan setenang mungkin aku memberitahu kendalaku pada sang guru. Beliau memberi beberapa saran seperti memindahkan file lewat flishdisk atau memotret power point tersebut lalu dipaparkan, namun tak ada yang bisa kulakukan sama sekali karena anak panah dari laptopku tak bisa bergerak.
Aku sangat kesal, mencoba memberi pengertian pada guruku sambil mengupayakan segala cara agar anak panah laptop ku bergerak dan hasilnya nihil. Kelompokku tidak memaparkan hasil diskusinya karena waktu pembelajaran telah habis. Aku sangat kesal pada laptopku juga guruku, kesal karena memberi tugas yang sulit dengan waktu yang sangat singkat dan kesal karena laptopku nge-lag di waktu yang tidak tepat. Setelah beberapa menit laptopku sudah membaik, anak panahnya dapat digerakkan. Akupun mengirim tugas tersebut walaupun terlamabat dan meminta maaf pada teman kelompokku, karena tidak dapat mengumpulkan power point tersebut tepat waktu.
Dari peristiwa tersebut aku dapat mengambil hikmah, untuk
terus bekerja keras walau apapun yang terjadi dan harus sabar dengan segala
rintangan yang ada, tugas yang diberikan sang guru dapat mengajarakan ku untuk
lebih bijak mengatur waktu dan mengendalikan emosi.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar