RESUME BUKU PENULISAN KARYA ILMIAH
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
RESUME BUKU PENULISAN KARYA ILMIAH
Judul Buku: Penulisan Karya Ilmiah
Penulis: Dra. Zulmiyetri, M.Pd.
Dr. Nurhastuti, M.Pd.
Safaruddin, M.Pd.
Penerbit: Prenadamedia Group
Jumlah Halaman: 307
Tahun Terbit: 2019
Bab I: Hakikat Karya Ilmiah
1. Pengertian Karya Ilmiah
Karya ilmiah merupakan ilmu
pengetahuan yang berwujud laporan tertulis dan diterbitkan dengan menyajikan
fakta umum serta ditulis sesuai tatacara dan mengiikuti pedoman ilmiah yang
telah ditetapkan
2. Ciri-ciri Karya Ilmiah
a. Ditulis secara sistematis,
topik dan sub topik saling berkaitan dan mengacu pada topik utama.
b. Ditulis berdasarkan penalaran
logis, sesuai akal sehat penulis.
c. Tulisan didukung oleh data
objektif dan data yang teruji kebenarannya secara empiris.
d. Objektif.
e. Argumentasi teori relevan,
sahih
f. Argumentasi empirik
berhubungan dengan argumentasi teroritik.
3. Kode Etik Penulisan Karya
Ilmiah
a. Jujur.
b. Hindari Plagiat.
c. Mencantumkan penulis asli
apabila pernyataannya dimasukkan.
d. Data informan di rahasiakan.
4. Macam-Macam Karya Ilmiah
a. Skripsi, Tesis dan Disertasi
Salah
satu persyaratan untuk menyelesaikan program studi, Skripsi (S1), Tesis (S2),
Disertasi (S3), yang ditulis berdasarkan:
1. Hasil penelitian lapangan
2. Hasil kajian pustaka
3. Hasil kerja pengembangan
b. Artikel Ilmiah
Arikel
ilmiah adalah yang dipublikasikan dalam jurnal serta ditulis sesuai dengan tata
cara ilmiah. Terbagi dua macam:
1. Artikel hasil penelitian
2. Artikel non penelitian
c. Makalah
Karya
tulis ilmiah yang berisi tentang suatu masalah atau topik tertentu, ditulis
secara sistematis, runtut dan analisis yang objektif.
d. Laporan Penelitian
Laporan
penelitian adalah karya ilmiah yang memuat proses dan hasil yang diperoleh dari
kiatan penelitian.
5. Hakikat Berfikir Ilmiah dan
Penelitian Ilmiah
Berfikir ilmiah menggabungkan dua
pola berfikir yaitu deduktif atau bersifat rasional dan induktif atau bersifat
empiris.
Berfikir deduktif adalah penarikan
kesimpulan dari umum menuju ke lebih khusus. Penarikan kesimpulan ini
menggunakan penalaran rasio, tidak perlu dibuktikan secara fakta, menggunakan
akal sehat, teori, postulat atau anggapan dasar yang telah ada. Dalam penelitian
ilmiah, berfikir deduktif bertujuan untuk:
a. Merumuskan atau menentukan
masalah penelitian
b. Meramalkan kemungkinan
jawaban pemecahan masalah
Berfikir induktif adalah penarikan
kesimpulan dari pernyataan khusus ke pernyataan umum. Fungsi dari berfikir
dedukif, yaitu untuk merumuskan masalah dan menduga alternatif jawaban terhadap
masalah dengan menggunakan fakta atau data di lapangan.
Ø Langkah berfikir ilmiah,
sebagai berikut:
1. Merumuskan masalah.
2. Mengkaji teori atau berfikir
rasional.
3. Mencari data di lapangan
untuk dijadikan bahan membuktikan kebenaran jawaban.
4. Mengolah data dari lapangan
dan menguji kebenaran hipotesis.
5. Menarik kesimpulan.
Pola Berfikir Induktif dan Deduktif
|
Pola Berfikir Deduktif |
Pola Berfikir Induktif |
|
Mengemukakan konsep dasar masalah yang dibahas |
Berlandaskan pada hal khusu yang ditemui di lapangan |
|
Mencari teori yang akurat |
Data dianalisis dengan tapat |
|
Menyimpulkan jawaban dari pertayaan yang telah
diajukan (umum ke khusus) |
Hasil kesimpulan dikaitkan dengan teori yang sudah
ada |
|
|
Mencocokan hasil temuan
dengan teori yang relevan |
BAB II:
PERENCANAAN PENULISAN KARYA ILMIAH
1. Pemilihan Topik
Syarat atau kriteria pemilihan topik
adalah:
a. Topik layak untuk dibahas dan
bermanfaat
b. Topik menarik terutama bagi
penulis
c. Penulis memiliki pengetahuan
tentang topik yang ingin dibahas
d. Bahan yang diperlukan cukup
memadai dan dapat diperoleh
e. Topik tidak terlalu luas dan
sempit.
2. Pembatasan Topik
Pembatasan topik penelitian dapat
dilakukan dengan membuat diagram jam, yang dimana topik diletakkan dalam
lingkaran kemudian diturunkan beberapa topik yang lebih sempit. Selain itu,
juga dapat ditentukan dengan membuat diagram pohon, memechakan topik setingkat
demi setingkat dan menggambarkannya sebagai cabang ranting pohon.
3. Topik dan Judul
Topik adalah pokok pembicaraan dalam
keseluruhan karangan, sedangkan judul adalah label atau nama untuk suatu
karangan.
Persyaratan penentuan judul:
a. Sesuai dengan topik
b. Sesingkat mungkin
c. Ditulis salam bentuk frase
d. Harus ditulis dengan jelas,
tidak dinyatakan dalam kiasan
4. Membuat Outline
a. Memperjelas tujuan tulisan
b. Menentukan batas tulisan
c. Menentukan bahan atau
refrensi yang diperlukan
d. Dapat merencanakan panjang
halaman
e. Memperlihatkan kesimpulan
f. Dapat menentukan metode yang
digunakan
BAB III: TEKNIK MENULIS KARYA ILMIAH
1. Teknik Menulis
Terdapat ketentuan khusus
dalam penulisan struktur isi, format halam, bahasa, penulisan kutipan maupun
daftar pustaka. Semua jenis karya ilmiah ditulis menggunakan spasi ganda,
kecuali kutipan lebih dari lima baris menggunakan spasi tunggal. Margin dengan
aturan 4 cm pinggir kanan dan atas, 3 cm pinggir kiri dan bawah. Alinea baru
ditulis dengan menjorok ke dalam sebanyak tujuh ketukan.
Penulisan angka sepulih ke
bawah ditulis dengan huruf satuan kecuali satuan seperti kg dan cm. Nomor
halaman dipojok kanan atas atau bawah, bagian awal menggunakan romawi kecil.
Judul bab ditulis di tengah dengan angka romawi besar. Penulisan kutipan jika
ada bagian dihilangkan diikuti tanda titik sebanyak tiga kali. Tabel diberikan
judul dan nomor tabel, penulisan daftar pustaka sesuai urutan alfabet,
mencantumkan nama pengarang (nama belakang ditulis pertama), judul, penerbit,
tahun terbit.
2. Notasi Ilmiah
Digunakan
untuk menulis kutipan, terdapat beberapa aturan penulisan kutipan.
a. Kutipan dnegan singkatan dan
catatan kaki
b. Kutipan tanpa catatan kaki
3. Contoh Kutipan Langsung
Kurang dari 40 Kata
a. Nama penulis disebut dalam
teks secara terpadu
b. Nama penulis disebut
bersamaan dengan tahun penerbitan dan nomor halaman
c. Tanda kutip dalam kutipan
menggunakan kutip tunggal
4. Cara Merujuk Kutipan Tidak
Langsung
a. Nama penulis disebut dalam
teks
b. Nama penulis ditulis dalam
kurang dengan tahun terbitnya
BAB IV: BAHASA DAN TATA TULIS
1. Penggunaan bahasa dan EYD
dalam karya ilmiah
Tata
tulis dalam karya ilmiah mengikuti aturan dalam tata tulis bahasa Indonesia
yang baik dan benar, sesuai EYD.
2. Kalimat efektif
Ciri-ciri
kalimat efektif:
a. Kesepadanan dan kesatuan
b. Kesejajarah (parelelisme)
c. Penekanan dalam kalimat
d. Kehematan (kata dan farse)
e. Kevariasan dalam
kalimat/paragraf
3. Penataan paragraf
Struktur
paragraf:
a. Transisi
b. Kalimat topik
c. Kalimat pengembang
d. Kalimat penegas
Kriteria Paragraf
a. Panjang paragraf
b. Kualitas paragraf
Jenis paragraf
a. Paragraf pembuka
b. Paragraf lanjutan
c. Paragraf penutup
BAB V: ISI DAN SISTEMATIKA KARYA
ILMIAH
1. Isi dan sitematika karya
tulis hasil penelitian
a) Bagian awal halaman karya
ilmiah terdiri atas halaman judul, abstrak, daftar isi dan kata pengantar.
b) Bagian isi laporan terdiri
dari beberapa bab:
- Bab I, pendahuluan, rumusan
masalah, latar belakang masalah.
- Bab II, tinjuan pustaka.
- Bab III, metode penelitian,
desain penelitian, instrument atau alat mengumpulkan data sampel, teknik
analisis data.
- Bab IV, deskripsi hasil
penelitian.
- Bab V, kesimpulan dan saran.
c) Penutup, daftar pustaka dan
lampiran.
2. Prosedur penyusunan karya
tulis
a. Menetukan masalah penelitian.
b. Menentukan prosedur
penelitian dan pengumpulan data.
c. Pengolahan data.
d. Mendeskripsikan hasil
penelitian.
e. Menarik kesimpulan dari hasil
penelitian.
3. Sistematika penulisan makalah
A. Ciri-ciri pokok makalah
a. Bersifat objektif.
b. Jenis makalah dedutif,
induktif dan campuran.
c. Terbagi menjadi makalah
panjang dan makalah pendek.
B. Sistematika penulisan makalah
a.
Bagian awal terdiri dari:
1) Halaman Sampul (judul)
2) Kata Pengantar
3) Daftar Isi
4) Daftar Tabel Dan Gambar (kalau ada)
b.
Bagian inti terdiri dari:
1) Pendahuluan, berisi tentang latar belakang, masalah atau topik
bahasan dan tujuan penulisan makalah
2) Teks utama, berisi pembahasan tentang topik-topik yang dibahas
3) Penutup, berisi kesimpulan atau rangkuman pembahasan dan
saran-saran.
c.
Bagian akhir terdiri dari:
1) Daftar pustaka
2) Lampiran (jika ada)
C. Struktur makalah induktif
a. Pendahuluan
b. Isi: Hasil penelitian,
kesimpulan atau kaitan dengan teori yang relevan
c. Kesimpulan dan saran
D. Struktur makalah sampuran
deduktif-induktif
BAB
I Pendahuluan
A. Latar belakang
B. Identifikasi masalah
C. Batasan masalah
D. Rumusan masalah
E. Pertanyaan penelitian
F. Tujuan penelitian
G. Penggunaan penelitian
H. Definisi panggung variabel
BAB II Kerangka Teoritis
A. Teori yang relevan
B. Kerangka konseptual
C. Asusmsi
BAB III Metodologi Penelitian
A. Metode penelitian
B. Pupulasi dan sampel
C. Instrument
D. Teknik pengumpulan data
E. Teknik analisis data
BAB IV Hasil Penelitian
A. Deskripsi data
B. Analisis data
C. Pembahasan
BAB V Penutup
A. Kesimpulan
B. Implikasi
C. Saran
Daftar pustaka
Lampiran
E. Unsur pokok makalah
1.
Pendahuluan
2.
Topik bahasan
3.
Permasalahan
4.
Pembahasan
5. Kesimpulan
dan saran
6. Daftar
pustaka
F. Langkah penyusunan makalah
1. Tentukan topik mklh
2. Rumuskan permasalahan
3. Buat kerangka (outline)
4. Menyediakan laporan, refrensi
yang relevan dengan topik
5. Tulisankan konsep awal untuk mengisi
sub topik
6. Baca dan periksa secara
menyeluruh
G. Kualitas tuisan dalam makalah
1. Isi
2. Sumber
3. Analisis (pembahsan dan
tingkat penyajian)
4. Tulisan Ilmiah Populer Dalam
Media Massa
A. Jenis Tulisan Ilmiah Populer
Tulisan ilmiah populer di
surat kabar dan majalah biasanya membahas isu-isu terkini dengan menyajikan
pandangan, tanggapan, dan saran pemecahan. Penyajiannya berbeda dari makalah
ilmiah, lebih ringkas dan langsung ke inti persoalan karena adanya batasan panjang
tulisan. Selain ulasan, hasil penelitian, serta laporan pertemuan ilmiah
(seperti seminar atau diskusi panel) juga dapat dimuat, dengan menyertakan
deskripsi masalah, metode, temuan, dan kesimpulan. Tulisan yang dipublikasikan
harus berfokus pada isu aktual, bermanfaat bagi masyarakat, dapat
dipertanggungjawabkan, dan tidak merugikan pihak manapun.
B. Petunjuk Penulisan di Media
Massa
a. Sering membaca dan
mempelajari tulisan ilmiah di media massa
b. Tanyakan kepada pemimpin
redaksi media massa tentang syarat penulisan yang dituntuntnya.
c. Buat rancangan tulisan
d. Ikuti perkembangan
permasalahan atau situasi masyarakat, kebijakan dan isu yang muncul dalam
bidang pendidikan untuk mennetukan tema, judul dan permasalah yang akan
ditulis.
BAB VI: MENYAJIKAN KARYA TULIS DALAM
PERTEMUAN ILMIAH
1. Tata cara menyajikan makalah
dan ilmiah
a. Penulisan makalah ilmiah:
menulis makalah sesuai aturan ilmiah
b. Penyiapan bahan penyajian:
mempersiapkan poin utama dalam makalah, disampaikan secara sistematis, ringkas.
Membuat bahan sajian pada papan tulis atau OHP.
c. Cara menyajikan: tidak
membaca langsung dari makalah, fokus pada penjelasan poin penting, pembahasan
atau penjelasan secara sistematis.
- Berikan pengantar, ucapan
terima kasih pada panitia ataupun peserta. Kemukakan gambaran umum makalah,
prosedur penulisan, permasalahan dan pembahasan.
- Kemukakan secara sistematis
sesuai poin utama makalah.
- Akhiri pemaparan dengan
kesimpulan pembahasan, saran dan implikasi penelitian.
- Moderator membuka sesi
diskusi atau tanya jawab.
d. Penggunaan waktu selama
penyajian: manfaatkan waktu secara efektif, hindari pembicaraan bertele-tele,
selingi humor, sampaikan pokok bahasan.
e. Penampilan dalam penyajian:
berpakaian rapi, percaya diri, komunikatif, tenang.
f. Cara mengakhiri penyajian:
mengucapkan terima kasih dan ajakan diskusi.
2. Teknik menjawab pertanyaan
a. Memberikan kesempatan untuk
bertanya dalam satu atau dua sesi, setiap sesi dibatasi 3-4 penanya.
b. Menyimak dan mencatat pokok
pertanyaan
c. Mengelompokkan pertanyaan
yang senada atau sejenis
d. Tandai pertanyaan yang layak
dijawab, keluar dari konteks pembicaraan, pertanyaan bersifat komentra, saran,
tambahan informasi.
e. Pertanyaan tidak selalu harus
dijawab, bisa terima sebagai saran atau ditolak karena tidak relevan
f. Pertanyaan yang wajib dijawab
usahakan isi jawaban tidak keluar dari isi makalah.
g. Mengakhiri diskusi atau sesi
tanya jawab dengan ucapak terima kasih dan menyerahkan kembali acara kepada
moderator.
BAB VII: PLAGIARISME
1. Pengertian Plagiarisme
Plagiarisme
adalah tindakan mengambil karya atau ide orang lain dan mengakuinya sebagai milik
sendiri.
2. Dasar Hukum Plagiarisme
a. UU No.19 Tahun 2022 tentang
hak cipta.
b. Permendiknas No.17 Tahun 2019
tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi.
c. Surat Dirjen Diktro No.
1311/D/C/2010 tentang pencegahan dan penanggulangan plagiat. Surat edaran yang
berisi penjelasan terhadap Permendinas 17 tahun 2010 padal 8 ayat (3).
d. Surat Dirjen Dikti No.
190/D/T/ 2011 tentang validasi karya ilmiah.
e. Edaran Sekjen KemRistekDikti
N0.203/SJ/VI/2015 tentanng Himbauan Pencegahan dan Penanggulangan Ijazah Plasu
dan Plagiat.
f. Surat Dirjen Dikti
No.3298/D/T/99 tentang upaya pencegahan tindakan plagiat.
3. Tipe Plagiarisme
a. Plagiarisme kata demi kata
b. Plagiarisme atas sumber
c. Plagiarisme kepengarangan
d. Self plagiarism
4. Penyebab Plagiarisme
a. Faktor budaya
b. Usia peneliti
c. Minimnya pengetahuan mengenai
tata cara penulisan karya ilmiah
d. Kurangnya kesadaran terkait
plagiat
e. Terbatasnya waktu dalam
menyelesaikan tugas
f. Lemahnya kontrol sosial
g. Kemudahan akses terhadap
informasi
h. Penerapan sanksi yang belum
merata di seluruh lembaga
5. Cara Menghindari Plagiarisme
a. Hindari kutipan langsung
b. Parafrase atau gunakan
kutipan tidak langsung
c. Menyebutkan sumber refrensi
d. Meningkatkan budaya menulis
e. Sosialisasi tentang plagiat
f. Lingkungan akademis yang baik
g. Menggunakan perangkat lunak pencegah
plagiat
h. Pemberian sanksi yang tegas
6. Sanksi Plagiarisme
1. Peraturan Menteri Nomor 17
Tahun 2010 menetapkan sanksi bagi mahasiswa yang terbukti melakukan plagiasi,
yaitu: teguran, peringatan tertulis, penundaan hak, pembatalan nilai,
pemberhentian dengan atau tanpa hormat, dan pembatalan ijazah jika sudah lulus.
2. Undang-Undang No. 20 Tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menetapkan sanksi bagi plagiat di
lingkungan akademik. Lulusan yang terbukti menjiplak karya ilmiah untuk
memperoleh gelar akan dicabut gelarnya (Pasal 25 Ayat 2). Selain itu, mereka
dapat dipidana penjara hingga dua tahun dan/atau denda maksimal Rp 200 juta
(Pasal 70).
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar