Sejarah Psikologi Masa Yunani Kuno

Sejarah Psikologi Masa Yunani Kuno 1.      Definsi Psikologi dalam Konteks Yunani Kuno Sejarah psikologi terbagi dalam rentang waktu yang lama. Periode paling awal dari sejarah psikologi adalah pada zaman Yunani Kuno sebelum adanya penanggalan Masehi. Pada masa ini, psikologi masih menjadi bagian dari ilmu filsafat. Memasuki abad ke-5 hingga ke 6 Masehi, psikologi telah dihubungkan dengan dua teologi besar dari bangsa Yunani, yaitu Olympian dan Orfisme. Pada Abad Pertengahan, filsuf muslim seperti Al-Kindi mulai mengkaji tentang psikologi di dalam karya-karya tulisnya. Sejarah psikologi kemudian berlanjut pada abad ke-17 hingga abad ke-18 dengan status psikologi masih sebagai wacana yang kemudian mulai diperdebatkan. Perdebatan ini mengenai objek dan prosedur kajian yang layak dimasukkan sebagai bagian dari psikologi. Sejarah psikologi sebagai disiplin ilmiah yang terpisah dari filsafat dimulai pada akhir a...

RESUME BUKU PENULISAN KARYA ILMIAH

RESUME BUKU PENULISAN KARYA ILMIAH


Judul Buku: Penulisan Karya Ilmiah

Penulis: Dra. Zulmiyetri, M.Pd.

 Dr. Nurhastuti, M.Pd.

 Safaruddin, M.Pd.

Penerbit: Prenadamedia Group

Jumlah Halaman: 307

Tahun Terbit: 2019

 

Bab I: Hakikat Karya Ilmiah

1.     Pengertian Karya Ilmiah

Karya ilmiah merupakan ilmu pengetahuan yang berwujud laporan tertulis dan diterbitkan dengan menyajikan fakta umum serta ditulis sesuai tatacara dan mengiikuti pedoman ilmiah yang telah ditetapkan

2.     Ciri-ciri Karya Ilmiah

a.     Ditulis secara sistematis, topik dan sub topik saling berkaitan dan mengacu pada topik utama.

b.     Ditulis berdasarkan penalaran logis, sesuai akal sehat penulis.

c.     Tulisan didukung oleh data objektif dan data yang teruji kebenarannya secara empiris.

d.     Objektif.

e.     Argumentasi teori relevan, sahih

f.      Argumentasi empirik berhubungan dengan argumentasi teroritik.

3.     Kode Etik Penulisan Karya Ilmiah

a.     Jujur.

b.     Hindari Plagiat.

c.     Mencantumkan penulis asli apabila pernyataannya dimasukkan.

d.     Data informan di rahasiakan.

4.     Macam-Macam Karya Ilmiah

a.     Skripsi, Tesis dan Disertasi

Salah satu persyaratan untuk menyelesaikan program studi, Skripsi (S1), Tesis (S2), Disertasi (S3), yang ditulis berdasarkan:

1.     Hasil penelitian lapangan

2.     Hasil kajian pustaka

3.     Hasil kerja pengembangan

b.     Artikel Ilmiah

Arikel ilmiah adalah yang dipublikasikan dalam jurnal serta ditulis sesuai dengan tata cara ilmiah. Terbagi dua macam:

1.     Artikel hasil penelitian

2.     Artikel non penelitian

c.     Makalah

Karya tulis ilmiah yang berisi tentang suatu masalah atau topik tertentu, ditulis secara sistematis, runtut dan analisis yang objektif.

d.     Laporan Penelitian

Laporan penelitian adalah karya ilmiah yang memuat proses dan hasil yang diperoleh dari kiatan penelitian.

5.     Hakikat Berfikir Ilmiah dan Penelitian Ilmiah

Berfikir ilmiah menggabungkan dua pola berfikir yaitu deduktif atau bersifat rasional dan induktif atau bersifat empiris.

Berfikir deduktif adalah penarikan kesimpulan dari umum menuju ke lebih khusus. Penarikan kesimpulan ini menggunakan penalaran rasio, tidak perlu dibuktikan secara fakta, menggunakan akal sehat, teori, postulat atau anggapan dasar yang telah ada. Dalam penelitian ilmiah, berfikir deduktif bertujuan untuk:

a.     Merumuskan atau menentukan masalah penelitian

b.     Meramalkan kemungkinan jawaban pemecahan masalah

Berfikir induktif adalah penarikan kesimpulan dari pernyataan khusus ke pernyataan umum. Fungsi dari berfikir dedukif, yaitu untuk merumuskan masalah dan menduga alternatif jawaban terhadap masalah dengan menggunakan fakta atau data di lapangan.

Ø  Langkah berfikir ilmiah, sebagai berikut:

1.     Merumuskan masalah.

2.     Mengkaji teori atau berfikir rasional.

3.     Mencari data di lapangan untuk dijadikan bahan membuktikan kebenaran jawaban.

4.     Mengolah data dari lapangan dan menguji kebenaran hipotesis.

5.     Menarik kesimpulan.

Pola Berfikir Induktif dan Deduktif

Pola Berfikir Deduktif

Pola Berfikir Induktif

Mengemukakan konsep dasar masalah yang dibahas

Berlandaskan pada hal khusu yang ditemui di lapangan

Mencari teori yang akurat

Data dianalisis dengan tapat

Menyimpulkan jawaban dari pertayaan yang telah diajukan (umum ke khusus)

Hasil kesimpulan dikaitkan dengan teori yang sudah ada

 

Mencocokan hasil temuan dengan teori yang relevan

 

BAB II: PERENCANAAN PENULISAN KARYA ILMIAH

1.     Pemilihan Topik

Syarat atau kriteria pemilihan topik adalah:

a.     Topik layak untuk dibahas dan bermanfaat

b.     Topik menarik terutama bagi penulis

c.     Penulis memiliki pengetahuan tentang topik yang ingin dibahas

d.     Bahan yang diperlukan cukup memadai dan dapat diperoleh

e.     Topik tidak terlalu luas dan sempit.

2.     Pembatasan Topik

Pembatasan topik penelitian dapat dilakukan dengan membuat diagram jam, yang dimana topik diletakkan dalam lingkaran kemudian diturunkan beberapa topik yang lebih sempit. Selain itu, juga dapat ditentukan dengan membuat diagram pohon, memechakan topik setingkat demi setingkat dan menggambarkannya sebagai cabang ranting pohon.

3.     Topik dan Judul

Topik adalah pokok pembicaraan dalam keseluruhan karangan, sedangkan judul adalah label atau nama untuk suatu karangan.

Persyaratan penentuan judul:

a.     Sesuai dengan topik

b.     Sesingkat mungkin

c.     Ditulis salam bentuk frase

d.     Harus ditulis dengan jelas, tidak dinyatakan dalam kiasan

4.     Membuat Outline

a.     Memperjelas tujuan tulisan

b.     Menentukan batas tulisan

c.     Menentukan bahan atau refrensi yang diperlukan

d.     Dapat merencanakan panjang halaman

e.     Memperlihatkan kesimpulan

f.      Dapat menentukan metode yang digunakan

BAB III: TEKNIK MENULIS KARYA ILMIAH

1.     Teknik Menulis

Terdapat ketentuan khusus dalam penulisan struktur isi, format halam, bahasa, penulisan kutipan maupun daftar pustaka. Semua jenis karya ilmiah ditulis menggunakan spasi ganda, kecuali kutipan lebih dari lima baris menggunakan spasi tunggal. Margin dengan aturan 4 cm pinggir kanan dan atas, 3 cm pinggir kiri dan bawah. Alinea baru ditulis dengan menjorok ke dalam sebanyak tujuh ketukan.

Penulisan angka sepulih ke bawah ditulis dengan huruf satuan kecuali satuan seperti kg dan cm. Nomor halaman dipojok kanan atas atau bawah, bagian awal menggunakan romawi kecil. Judul bab ditulis di tengah dengan angka romawi besar. Penulisan kutipan jika ada bagian dihilangkan diikuti tanda titik sebanyak tiga kali. Tabel diberikan judul dan nomor tabel, penulisan daftar pustaka sesuai urutan alfabet, mencantumkan nama pengarang (nama belakang ditulis pertama), judul, penerbit, tahun terbit.

2.     Notasi Ilmiah

Digunakan untuk menulis kutipan, terdapat beberapa aturan penulisan kutipan.

a.     Kutipan dnegan singkatan dan catatan kaki

b.     Kutipan tanpa catatan kaki

3.     Contoh Kutipan Langsung Kurang dari 40 Kata

a.     Nama penulis disebut dalam teks secara terpadu

b.     Nama penulis disebut bersamaan dengan tahun penerbitan dan nomor halaman

c.     Tanda kutip dalam kutipan menggunakan kutip tunggal

4.     Cara Merujuk Kutipan Tidak Langsung

a.     Nama penulis disebut dalam teks

b.     Nama penulis ditulis dalam kurang dengan tahun terbitnya

BAB IV: BAHASA DAN TATA TULIS

1.     Penggunaan bahasa dan EYD dalam karya ilmiah

Tata tulis dalam karya ilmiah mengikuti aturan dalam tata tulis bahasa Indonesia yang baik dan benar, sesuai EYD.

2.     Kalimat efektif

Ciri-ciri kalimat efektif:

a.     Kesepadanan dan kesatuan

b.     Kesejajarah (parelelisme)

c.     Penekanan dalam kalimat

d.     Kehematan (kata dan farse)

e.     Kevariasan dalam kalimat/paragraf

3.     Penataan paragraf

Struktur paragraf:

a.     Transisi

b.     Kalimat topik

c.     Kalimat pengembang

d.     Kalimat penegas

Kriteria Paragraf

a.     Panjang paragraf

b.     Kualitas paragraf

Jenis paragraf

a.     Paragraf pembuka

b.     Paragraf lanjutan

c.     Paragraf penutup

BAB V: ISI DAN SISTEMATIKA KARYA ILMIAH

1.     Isi dan sitematika karya tulis hasil penelitian

a)     Bagian awal halaman karya ilmiah terdiri atas halaman judul, abstrak, daftar isi dan kata pengantar.

b)    Bagian isi laporan terdiri dari beberapa bab:

-       Bab I, pendahuluan, rumusan masalah, latar belakang masalah.

-       Bab II, tinjuan pustaka.

-       Bab III, metode penelitian, desain penelitian, instrument atau alat mengumpulkan data sampel, teknik analisis data.

-       Bab IV, deskripsi hasil penelitian.

-       Bab V, kesimpulan dan saran.

c)     Penutup, daftar pustaka dan lampiran.

2.     Prosedur penyusunan karya tulis

a.     Menetukan masalah penelitian.

b.     Menentukan prosedur penelitian dan pengumpulan data.

c.     Pengolahan data.

d.     Mendeskripsikan hasil penelitian.

e.     Menarik kesimpulan dari hasil penelitian.

3.     Sistematika penulisan makalah

A.    Ciri-ciri pokok makalah

a.     Bersifat objektif.

b.     Jenis makalah dedutif, induktif dan campuran.

c.     Terbagi menjadi makalah panjang dan makalah pendek.

B.    Sistematika penulisan makalah

a.     Bagian awal terdiri dari:

1) Halaman Sampul (judul)

2) Kata Pengantar

3) Daftar Isi

4) Daftar Tabel Dan Gambar (kalau ada)

b.     Bagian inti terdiri dari:

1) Pendahuluan, berisi tentang latar belakang, masalah atau topik

bahasan dan tujuan penulisan makalah

2) Teks utama, berisi pembahasan tentang topik-topik yang dibahas

3) Penutup, berisi kesimpulan atau rangkuman pembahasan dan

saran-saran.

c.     Bagian akhir terdiri dari:

1) Daftar pustaka

2) Lampiran (jika ada)

C.    Struktur makalah induktif

a.     Pendahuluan

b.     Isi: Hasil penelitian, kesimpulan atau kaitan dengan teori yang relevan

c.     Kesimpulan dan saran

D.    Struktur makalah sampuran deduktif-induktif

BAB I Pendahuluan

A.    Latar belakang

B.    Identifikasi masalah

C.    Batasan masalah

D.    Rumusan masalah

E.    Pertanyaan penelitian

F.     Tujuan penelitian

G.    Penggunaan penelitian

H.    Definisi panggung variabel

BAB II Kerangka Teoritis

A.    Teori yang relevan

B.    Kerangka konseptual

C.    Asusmsi

BAB III Metodologi Penelitian

A.    Metode penelitian

B.    Pupulasi dan sampel

C.    Instrument

D.    Teknik pengumpulan data

E.    Teknik analisis data

BAB IV Hasil Penelitian

A.    Deskripsi data

B.    Analisis data

C.    Pembahasan

BAB V Penutup         

A.    Kesimpulan

B.    Implikasi

C.    Saran

Daftar pustaka

Lampiran

E.    Unsur pokok makalah

1.     Pendahuluan

2.      Topik bahasan

3.     Permasalahan

4.     Pembahasan

5.     Kesimpulan dan saran

6.     Daftar pustaka

F.     Langkah penyusunan makalah

1.     Tentukan topik mklh

2.     Rumuskan permasalahan

3.     Buat kerangka (outline)

4.     Menyediakan laporan, refrensi yang relevan dengan topik

5.     Tulisankan konsep awal untuk mengisi sub topik

6.     Baca dan periksa secara menyeluruh

G.    Kualitas tuisan dalam makalah

1.     Isi

2.     Sumber

3.     Analisis (pembahsan dan tingkat penyajian)

4.     Tulisan Ilmiah Populer Dalam Media Massa

A.    Jenis Tulisan Ilmiah Populer

Tulisan ilmiah populer di surat kabar dan majalah biasanya membahas isu-isu terkini dengan menyajikan pandangan, tanggapan, dan saran pemecahan. Penyajiannya berbeda dari makalah ilmiah, lebih ringkas dan langsung ke inti persoalan karena adanya batasan panjang tulisan. Selain ulasan, hasil penelitian, serta laporan pertemuan ilmiah (seperti seminar atau diskusi panel) juga dapat dimuat, dengan menyertakan deskripsi masalah, metode, temuan, dan kesimpulan. Tulisan yang dipublikasikan harus berfokus pada isu aktual, bermanfaat bagi masyarakat, dapat dipertanggungjawabkan, dan tidak merugikan pihak manapun.

B.    Petunjuk Penulisan di Media Massa

a.     Sering membaca dan mempelajari tulisan ilmiah di media massa

b.     Tanyakan kepada pemimpin redaksi media massa tentang syarat penulisan yang dituntuntnya.

c.     Buat rancangan tulisan

d.     Ikuti perkembangan permasalahan atau situasi masyarakat, kebijakan dan isu yang muncul dalam bidang pendidikan untuk mennetukan tema, judul dan permasalah yang akan ditulis.

BAB VI: MENYAJIKAN KARYA TULIS DALAM PERTEMUAN ILMIAH

1.     Tata cara menyajikan makalah dan ilmiah

a.     Penulisan makalah ilmiah: menulis makalah sesuai aturan ilmiah

b.     Penyiapan bahan penyajian: mempersiapkan poin utama dalam makalah, disampaikan secara sistematis, ringkas. Membuat bahan sajian pada papan tulis atau OHP.

c.     Cara menyajikan: tidak membaca langsung dari makalah, fokus pada penjelasan poin penting, pembahasan atau penjelasan secara sistematis.

-       Berikan pengantar, ucapan terima kasih pada panitia ataupun peserta. Kemukakan gambaran umum makalah, prosedur penulisan, permasalahan dan pembahasan.

-       Kemukakan secara sistematis sesuai poin utama makalah.

-       Akhiri pemaparan dengan kesimpulan pembahasan, saran dan implikasi penelitian.

-       Moderator membuka sesi diskusi atau tanya jawab.  

d.     Penggunaan waktu selama penyajian: manfaatkan waktu secara efektif, hindari pembicaraan bertele-tele, selingi humor, sampaikan pokok bahasan.

e.     Penampilan dalam penyajian: berpakaian rapi, percaya diri, komunikatif, tenang.

f.      Cara mengakhiri penyajian: mengucapkan terima kasih dan ajakan diskusi.

2.     Teknik menjawab pertanyaan

a.     Memberikan kesempatan untuk bertanya dalam satu atau dua sesi, setiap sesi dibatasi 3-4 penanya.

b.     Menyimak dan mencatat pokok pertanyaan

c.     Mengelompokkan pertanyaan yang senada atau sejenis

d.     Tandai pertanyaan yang layak dijawab, keluar dari konteks pembicaraan, pertanyaan bersifat komentra, saran, tambahan informasi.

e.     Pertanyaan tidak selalu harus dijawab, bisa terima sebagai saran atau ditolak karena tidak relevan

f.      Pertanyaan yang wajib dijawab usahakan isi jawaban tidak keluar dari isi makalah.

g.     Mengakhiri diskusi atau sesi tanya jawab dengan ucapak terima kasih dan menyerahkan kembali acara kepada moderator.

BAB VII: PLAGIARISME

1.     Pengertian Plagiarisme

Plagiarisme adalah tindakan mengambil karya atau ide orang lain dan mengakuinya sebagai milik sendiri.

2.     Dasar Hukum Plagiarisme

a.     UU No.19 Tahun 2022 tentang hak cipta.

b.     Permendiknas No.17 Tahun 2019 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi.

c.     Surat Dirjen Diktro No. 1311/D/C/2010 tentang pencegahan dan penanggulangan plagiat. Surat edaran yang berisi penjelasan terhadap Permendinas 17 tahun 2010 padal 8 ayat (3).

d.     Surat Dirjen Dikti No. 190/D/T/ 2011 tentang validasi karya ilmiah.

e.     Edaran Sekjen KemRistekDikti N0.203/SJ/VI/2015 tentanng Himbauan Pencegahan dan Penanggulangan Ijazah Plasu dan Plagiat.

f.      Surat Dirjen Dikti No.3298/D/T/99 tentang upaya pencegahan tindakan plagiat.

3.     Tipe Plagiarisme

a.     Plagiarisme kata demi kata

b.     Plagiarisme atas sumber

c.     Plagiarisme kepengarangan

d.     Self plagiarism

4.     Penyebab Plagiarisme

a.     Faktor budaya

b.     Usia peneliti

c.     Minimnya pengetahuan mengenai tata cara penulisan karya ilmiah

d.     Kurangnya kesadaran terkait plagiat

e.     Terbatasnya waktu dalam menyelesaikan tugas

f.      Lemahnya kontrol sosial

g.     Kemudahan akses terhadap informasi

h.     Penerapan sanksi yang belum merata di seluruh lembaga

5.     Cara Menghindari Plagiarisme

a.     Hindari kutipan langsung

b.     Parafrase atau gunakan kutipan tidak langsung

c.     Menyebutkan sumber refrensi

d.     Meningkatkan budaya menulis

e.     Sosialisasi tentang plagiat

f.      Lingkungan akademis yang baik

g.     Menggunakan perangkat lunak pencegah plagiat

h.     Pemberian sanksi yang tegas

6.     Sanksi Plagiarisme

1.     Peraturan Menteri Nomor 17 Tahun 2010 menetapkan sanksi bagi mahasiswa yang terbukti melakukan plagiasi, yaitu: teguran, peringatan tertulis, penundaan hak, pembatalan nilai, pemberhentian dengan atau tanpa hormat, dan pembatalan ijazah jika sudah lulus.

2.     Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menetapkan sanksi bagi plagiat di lingkungan akademik. Lulusan yang terbukti menjiplak karya ilmiah untuk memperoleh gelar akan dicabut gelarnya (Pasal 25 Ayat 2). Selain itu, mereka dapat dipidana penjara hingga dua tahun dan/atau denda maksimal Rp 200 juta (Pasal 70).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Psikologi Masa Yunani Kuno

Perkembangan Psikologi di Pendidikan Indonesia

Expressive Writing pada Penurunan Stress Akademik Mahasiswa