RESUME MATERI SELF (PSIKOLOGI SOSIAL)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Diri (Self)
Leary dan Tangney (2003), self adalah
kelengkapan psikologis yang dimana refleksi diri terhadap pengalaman sadar
dapat mendasari jenis persepsi, kepercayaan dan perasaan tentang diri sendiri
dan memungkinkan orang untuk meregulasi perilakunya sendiri. Self merupakan
entitas yang menyadari, mengalami dan mengendalikan sensai, persepsi, perasaan,
perilaku ataupun motivasi yang tidak hanya dapat mengambil pelajaran dari masa
lalu akan tetapi, dapat meregulasi diri di masa kini dan merencanakan perilaku
di masa depan.
Aspek-aspek
diri (self) umunya terbagi dua, yaitu
1. Aspek Fisik
Material
dari diri manusia yang bisa diamati, terukur dan tunduk pada hukum materi yang sifatnya
universal. Aspek fisik ini berhubungan dengan warna kuliat, jenis kelamin,
tinggi badan, berat badan, bentuk muka, jenis rambut, warna suara, kekuatan
fisik, bentuk hidung, proporsi tubuh, kelengkapan anggota tubuh, dan lain-lain.
2. Aspek Psikis
Aspek nonmaterial yang bersifat
abstrak dan tidak bisa diamati secara langsung. Aspek ini bersifat personal,
sosial dan spiritual yang berhubungan dengan konsep diri, penerimaan diri,
harga diri, kepercayaan diri, regulasi diri dan presentasi diri.
- Persepsi Diri (self-perception theory)
Persepsi diri merupakan suatu proses
pengorganisasian dan pemaknaan yang dilakukan individu terhadap diri sendir
agar dapat memahaminya dengan baik. Menurut Dunning (2005) bahwa memahami diri
secara akurat merupakan hal yang tidak mudah. Hasil penelitiannya mengungkapkan
bahwa pemahaman terhadap diri sendiri tidak lebih akurat dibandingkan pemahaman
terhadap orang lain.
Adapun, karakteristik persepsi diri
sebagai berikut:
1. Persepsi diri bersifat
selektif: fokus pada bagian tertentu saja dari beragam stimulus.
2. Persepsi bersifat subjektif:
stimulus yang awalnya objektif ketika diindra dan dipersepsi akan menjadi
subjektif dikarenakan faktor karakter stimulus, karakter personal.
Self menjadi objek persepsi yang
sangat penting, mudah diindra, diingat, dan diproses secara kognitif. Individu
akan menjadi sensitif terhadap informasi yang berhubungan dengan dirinya
sendiri dan efektif mengelola informasi yang berkaitan dengan dirinya.
- Metode Persepsi Diri
Menurut Brehm dan Kassin (1996),
terdapat empat sumber memahami diri sendiri, yaitu
1. Introspeksi: peninjauan ke
dalam diri sendiri, menggali memori tentang kejadian yang pernah dialami dan
berdialog dengan diri sendiri.
2. Pengamatan terhadap perilaku
diri sendiri: cara memahami diri sama dengan cara kita memahami orang lain.
3. Penilaian orang lain:
individu tidak sepenuhnya memahami dirinya sendiri dengan baik akan tetapi
membutuhkan pandangan atau bantuan orang lain untuk memahami dirinya.
Luft membagi self menjadi
empat kategori, yaitu:
a. Ruang terbuka atau open: meliputi
pikiran, perasaan, perilaku yang diketahui oleh diri sendiri atapun orang lain.
b. Ruang buta atau blind: meliputi
pikiran, perasaan, perilaku yang tidak diketahui oleh diri sendiri akan tetapi
diketahui oleh orang lain.
c. Ruang rahasia atau private:
meliputi pikiran, perasaan, perilaku yang tidak diketahui atapun orang
lain, hanya diketahui oleh diri sendiri.
d. Ruang gelap atau misterius:
aspek diri yang tidak diketahui oleh diri sendiri maupun orang lain.
4. Perbandingan sosial: ketika
individu merasa tidak yakin akan pendapatnya, kemampuannya, dan tidak ada
informasi objektid yang dapat dijadikan ukuran maka individu akan menggunakan
orang lain sebagai pembanding. Perbandingan sosial bersifat downward
(bawah) dan upward (ke atas)
Menurut Taylpr, Peplau, Sears (1997),
terdapat tiga motif perbandingan sosial:
a. Meningkatkan akurasi evaluasi
diri: membandingkan diri dengan orang lain untuk mendapatkan pemahaman diri
yang akurat.
b. Self Enhancement: perbandingan sosial dengan
maksud mendapatkan evaluasi diri yang lebih positif dengan cara melakukan downward
social comparation.
c. Self Improvement: perbandingan sosial dengan
tujuan meningkatkan kemampuan dan kesuksesan diri dengan cara upward social
compration, mendapatkan informasi yang dapat dijadikan acuan untuk
meningkatkan diri.
5. Refleksi terhadap reaksi
orang lain: orang lain berfungsi sebagai cermin sehingga kita bisa melihat diri
sendiri (Charles Horton Cooley, 1902)
6. Sosialisasi: identitas diri
terbentuk melalui sosialisasi dengan kelompk masyarakat dengan mempelajari
niali, keyakinan, kebiasaan kelompok sosial.
- Persepsi Diri dan Penilaian Sosial
Krueger, Alicke, Dunning
(2005), terdapat empat isu mengenai hubungan persepsi diri terhadap penilaian
sosial.
1. Self sebagai sumber informasi
memahami orang lain: persepsi kesamaan (perception similarity).
2. Self sebagai sumber informasi
memahami orang lain: persepsi perbedaan dan keunikan (perception difference
and uniqeness).
3. Self sebagai standar dalam mengevaluasi orang lain.
4. Self sebagai standar moral.
E.
Kesalahan-Kesalahan dalam Persepsi Diri
1. Hallo Effect: melakukan penilaian
keseluruhan terhadap diri sendiri atau orang lain berdasarkan informasi
tertentu yang tampak menonjol.
2. Cognitive Conservatism bias: kecenderungan tidak mau
mengubah keyakinan atau pengetahuan tentang diri sendiri, terutama ketika
mendapatkan informasi baru dan bertentangan dengan keyakinannya.
3. Confirmation bias: cenderung menerima informasi
yang relevan dengan keyakinan kita mengenai diri sendiri dan menolak informasi
yang bertentangan dengan keyakinan diri.
4. Barnum Effect: kecenderungan mengklaim
gambaran umum tentang kepribadian tertentu, sesuai dengan karakteristik
kepribadian dirinya sendiri.
5. Favorability bias: kecenderungan menilai
informasi positif tentang diri sendiri dibandingkan informasi negatif
6. Self Fulfilling Prophecy: berperilaku meyakinkan dan
memperteguh harapan-harapannya.
7. Base Rate Fallacy: lebih memperhatikan dan fokus
terhadap informasi spesifik dibandingkan dengan informasi umum.
8. Social Desirabilty bias: melaporkan informasi yang
secara sosial diterima dan menyembunyikan informasi secara sosial tidak
diterima.
9. Efek negativitas: cenderung
memberikan bobot lebih besar terhadap informasi negatif daripada informasi
positif atau kecenderungan mengingat pengalaman negatif daripada pengalaman
positif.
- Konsep Diri (Self Concept)
1. Pengertian Konsep Diri
Konsep diri merupakan usaha seseorang
memahami dirinya yang menghasilkan beragam pengetahuan mengenai diri sendiri (self
knowladge) kemudian diorganisasikan dan membentuk konsep diri (self
concept). Branden (1983) mendefinisikan konsep diri sebagai pikiran,
keyakinan, dan kesan seseorang tentang sifat dan karakteristik dirinya,
keterbatasan dan kapabilitasnya serta kewajiba dan aset-aset yang dimilikinya. Showers
dan Zeigler Hill (2003) mengatakan bahwa konsep diri bersifat ideografik,
setiap orang mempunyai konsepsi dan keyakinan untik mengenai dirinya sendiri.
2. Proses Pembentukan Konsep
Diri
Interaksi antara faktori bawaan
genetik, biologis, pengalaman, dan pemrosesan kognitif dapat membentuk konsep
diri seseorang (Tesser, 2002). Awalnya, konsep diri dianggap sebagai konstruk
psikologis yang bersifat stabil dan umum (Markus dan Wurf, 1987) atau united
(Baumeister, 1988). Namun, pada masa dewasa konsep diri dipandang sebagai
konstruk psikologis yang dinamis (aktif, powerful, bisa berubah) dan multifacet
(konsep diri beragam rupanya, tidak hanya satu).
3. Konsep Diri sebagai Produk
Konstruksi
Konsep diri terbentuk melalui
konstruksi diri (self construction) dan konstruksi sosial (social
construction). Dengan menggunakan kapasitas kognitif, seseorang dapat memilih
dan memiliah informasi, mencari, memberikan atensi, menyimpan, mengingat
kembali, mengelola, melupakan, mengorganisasikan informasi yang relevan dengan
dirinya sehingga membentuk self theory yang kuat.
4. Isi dan Struktur Konsep Diri
Self representation fokus pada karakteristik diri
yang secara sadar dikenali seorang individu melalui bahasa. Selain itu,
representasi diri ada bersifat kognitif (cold aspect) dan nonkogntif (hot
aspect) (Leart, 2007)
1. Kognitif (cold aspect),
bagaimana seseorang memproses informasi tentang dirinya dan mendefinisikan
keterkarikan diri dengan lingkungan sosial.
2. Nonkognitif (hot aspect),
motivasi (self verification, self enhancement, self expansion) dan
emosi (rasa bersalah, malu, bangga dan kecemasan sosial).
Markus dan Wurf (1987), membagi representasi diri berdasarkan
kepentingannya, yaitu representasi diri utama (core self concept) dan
representasi diri periperal (working self concept).
5. Self Concept Clarity
Campbell (dalam Kernis & Goldman,
2003) berpendapat bahwa self concept clarity merupakan konsep diri
seseorang secara internal konsisten, stabil dan dipegang dengan penuh
keyakinan.
- Harga Diri (Self Esteem)
Self Esteem sangat berpengaruh pada proses
berpikir, emosi, keinginan, nilai-nilai, dan tujuan seseorang. Menurut Murk
terdapat tiga klasifikasi definisi self esteem, yaitu sebagai suatu
kompetensi, perasaan berharga, kompetensi dan perasaan berharga.
Branden berpendapat bahwa terdapat
dua aspek dari self esteem adalah self efficacy dan self respect.
Self esteem juga dipahami sebagai evaluasi dari konsep diri, kumpulan
keyakinan mengenai atribut atribut yang dimiliki.
- Regulasi Diri
Self Regulation adalah upaya mengendalikan
pikiran, perasaan, dan perilaku dalam rangka mencapai suatu tujuan (Hoftmann,
Friese, Strack, 2009; Reynolds, Penfold, dan Patak, 2008). Dalam triadic
model of self regulation terdapat tiga bentuk pengaturan diri yang harus
dilakukan:
1. Covert regulation: pengaturan kognitif dan
afektif sehingga mendukung proses pencapaian tujuan.
2. Behavioral regulation: pengaturan prilaku yang
menjadi prasyarat bagi tercapainya tujuan.
3. Environmental regulation: pengamatan dan pengelolaan
lingkungan sehingga support terhadap proses pencapaian tujaun.
Menurut Vosh dan Baummeter (2004),
ketidakmampuan melakukan regulasi diri mempunyai dampak yang luas baik pada
masalah personal maupun sosial karena kekurangmampuan didalam melakukan
regulasi diri.
DAFTAR PUSTAKA
Rahman, A. A. (2022). Psikologi sosial: Integrasi pengetahuan wahyu dan pengetahuan empirik (Edisi kedua). PT Raja Grafindo Persada.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar